IQNA

Apa Kata Alquran/ 6

Janji Pasti Allah dalam Menjawab Doa Manusia

15:32 - June 07, 2022
Berita ID: 3476917
TEHERAN (IQNA) - Manusia memanggil Tuhannya di masa-masa sulit dalam hidup, tetapi terkadang sepertinya suaranya tidak dijawab. Dalam situasi seperti itu, apakah kita harus mempertimbangkan kembali cara memanggil Tuhan atau meragukan kemampuan telinga yang belum mendengar jawabannya?

Mungkin terjadi pada setiap manusia sepanjang hidupnya bahwa ketika hatinya berpaling menuju Tuhan, dia tidak tahu bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Kondisi ini bisa sangat membingungkan bahkan perhatian hatinya pun hilang. Beberapa Muslim pada masa Rasulullah (saw) juga menemui Nabi saw dan ingin tahu bagaimana berkomunikasi dengan Tuhan. Pelan atau keras dan dengan kualitas apa? Saat itu diturunkan sebuah ayat yang kandungannya sangat menggembirakan.

 وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran”. (QS. Al-Baqarah: 186)

Ayatullah Mohsen Qaraati, dalam tafsir Noornya terkait ayat ini, mengatakan: Doa bermanfaat kapanpun dan dimanapun itu, karena Allah berfirman “Maka sesungguhnya Aku dekat” dan kedekatan-Nya abadi. Tapi bagaimana dengan kita? Apakah kita selalu dekat dengan-Nya? Jika murka-Nya terkadang menyelimuti kita, itu karena kita jauh dari-Nya yang diakibatkan oleh dosa-dosa kita. Pengijabahan Tuhan bersifat permanen, tidak sementara, dan doa dijawab jika disertai dengan iman, seperti yang dimaksud dalam kalimat "Dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku ". Doa juga merupakan sarana pertumbuhan dan bimbingan, “Agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.

Pertanyaannya sekarang adalah mengapa sebagian dari doa kita tidak terijabah, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu” (QS. Ghafir: 60) padahal Tuhan telah berjanji untuk menjawabnya.

Ayatullah Mohsen Qaraati telah menjawab pertanyaan penting ini:

- Beberapa perbuatan seperti dosa dan kezaliman serta memakan makanan yang diharamkan dan tidak memaafkan orang yang meminta maaf kepada kita, menghalangi terkabulnya doa.

- Terkadang doa tidak dijawab, tetapi dijawab keserupaannya.

- Terkadang dampak doa berdampak di masa depan manusia atau keluarganya dan generasinya atau pada Hari Kebangkitan dan tidak akan dijawab dengan segera.

- Setiap doa yang tidak terkabul sebenarnya bukanlah doa, karena doa berarti mencari kebaikan dan banyak keinginan kita yang jahat dan tidak baik. (HRY)

berita-berita terkait
captcha